Rabu malam lalu, saya kedatangan dua orang sahabat dari Jakarta, Nico dan Manga. Mereka datang kesini dalam rangka liburan. Mereka saya jemput malam itu di airport. Oh iya, sebelumnya saya bertemu secara tidak sengaja di Kuta Seaside foodcourt dengan teman saya yang lain (vokalis dan gitaris Gema-V) yang sudah pernah saya posting disini.
Keesokan harinya saya tidak dapat mengantarkan kedua orang teman tersebut karena saya musti bekerja pagi2, akhirnya mereka mengikuti teman saya yang lain, Sony ke Tabanan, Bali bagian barat dekat Tanah Lot.
Hari Jumat, saya di kantor setengah hari (hehe thanks Ra) karena Saya, Nico, Manga, akan berencana ke Lombok. Rencana saya ke Lombok menggunakan angkot gagal, akhirnya kami berencana pake motor aja. Namun agar lebih efektif dan menggunakan prinsip ekonomi :p saya harus meminjam motor, jam 11 malam saya berangkat ke Tabanan.
Jumatan selesai, sewa motor dulu Mio di Kuta, packing sebentar di kosan, kemudian berangkaat,…
Setengah 4 kami sampai di Padang Bai, dapat feri jam setengah lima, ngaret berangkat jam setengah 6

Ke Lombok dari Padang Bai dengan Feri
Untuk dapat sampai ke Lombok, kita harus menyeberang terlebih dulu menggunakan feri ke pelabuhan Lembar dari Padang Bai (Kalo nico menyebutnya padaang baaaaay), hahaha garing abis. Nah sebelum naik kita musti membayar tiket penyeberangan di Loket sebesar 92ribu untuk sepeda motor. Yamaha Mio yang kami sewa, stnk-nya bentuknya sudah gak karuan, udah jadi fosil gitu. Akhirnya ngeloyor dari pemeriksaan STNK, dibarengi kemampuan psikolog Mangaraja Agung, S.Psi dari UI mengatasi pak polisi yang rewel hahahaha.Akhirnya kita dapat masuk feri dengan selamat sehat wal’afiat.
Kabarnya sih setelah tanya kanan kiri, perjalanan feri memakan waktu 5 jam. Sayangnya baru tw didalem kalo ngabisin waktu 5 jam, tidur gabisa, dingin, mo beli popmie 10rb
akhirnya karena kelaperan kami bertiga membeli sebungkus kacang bali 15rb buat rame-rame, kata sang psikolog manga.. itu lebih worthed daripada popmie 10rb.
Tapi selama 5 jam di feri kami gak bete tuh, bawaannya pengen ketawa terus, soalnya disuguhi hiburan tidur akrobatik gaya PNS Depag yang lelah setelah seharian bekerja (mungkin) hehehe.

Acrobatic Sleeping performed by PNS Depag
Kami sampai di Lombok, sekitar jam 12 malam..perjalanan Padang Bai-Lembar total habis 5 setengah jam !
Jalanan lombok sepi dan gelap, konon kata nico ketika melewati kuburan, tercium bau melati..itu tandanya banyak kuntilanak di sekitar situ, untung saya membonceng Manga, cuman Nico yang bisa ditebengi kuntilanak hehe.. Karena lapar kami berencana makan malam dulu di daerah Mataram, akhirnya kami makan di Ayam Taliwang tepat depan Mall Mataram, McD masih buka sih, tapi gilaa aja jauh2 ke lombok makannya McD lagi McD lagi, padahal sarapan dan makan malam kemarin McD..kebayang kalo waktu itu makan pertama kita di Lombok yaitu McD..kaya tuh yang punya McD

Tenda Ayam Taliwang dan Kangkung Pelecing, Khas Lombok
Setelah makan, kami meluncur ke arah Senggigi sekitar jam 1 malam, dan akhirnya kami menemukan hotel untuk beristirahat di dekat Jayakarta Hotel. Tarifnya murah, 50rb non AC, sedangkan bila ingin kamar yang AC dan Water Heater, tinggal merogoh kocek sebesar 100rb saja.
Kami berencana akan pergi ke Gili Trawangan keesokan harinya, meminum arak bali dicampur brem bali dan nutri sari sebelum tidur, melelapkan tidur kami bertiga.

Atiti Sanggraha Hotel, murah meriah
Hanya nico yang mandi pagi, saya dan Manga langsung berangkat dengan modal cuci muka. Sempat foto pantai dibelakang hotel, pantai nya landai..lumayan lah..
Perjalanan dilanjutkan ke Gili Trawangan, Gili Trawangan adalah bagian dari Gili-gili (Pulau kecil) di Lombok yang sering dijadikan daerah wisata. Selain Gili Trawangan ada Gili Meno dan Gili Air, namun yang berjiwa muda, Gili Trawangan lebih disarankan
Sepanjang perjalanan, pemandangan nya sangat-sangat indah. Sesekali kami berfoto untuk menyimpan keindahan alam dalam bentuk 0 1 0 1 alias digital.


Sebelum menuju ke gili-gili tersebut kita harus membeli tiket penyeberangan sebesar 10rb di pelabuhan kecil, Bangsal namanya..

Menunggu Sampan datang, Foto-foto ala frenster dulu

Bangsal, pelabuhan kecil untuk menyeberang ke Gili-gili dkk.
Ketika sampai disana, kita menyewa sepeda untuk berkeliling pulau yang benar-benar eksotik. Memutari pulau, memandangi Bule topless. Ketika saya bersepeda, saya bertemu anak cewek yang sedang menangis, sepeda tergeletak di depannya, pikir saya dia menangis karena ditinggal ayahnya yang jauh didepan.,dan dia terlalu lelah untuk menenteng sepeda karena pasir pantai yang berbutir-butir tidak memungkinkan kita untuk naik sepeda. Dengan segala keberanian saya menghampiri bule indo cantik itu, “Let me help you” kata saya sambil menyodorkan tangan, kemudian dia menggelengkan kepala bersuara kecil “nop”, membawa sepeda, menentengnya, kemudian kabur menjauh..pastilah saya punya tampang kriminal, pikir saya.

Bule cantik yang pengen saya tolong, tapi dia malah kabur..

Panas banget, ditinggal kabur bule, sepeda tidak mendukung :p

Snorkeling, melihat ikan di terumbu karang..perhatikan background laut yang biru tua..banyak ikannya
Mengitari pulau butuh waktu satu jam dengan naik sepeda (1 jam Rp.15rb)..setelah itu kami menyewa goggles untuk snorkeling, 10rb sepuasnya..Puas ngeliat terumbu karang beserta ikannya..indah banget, Kita semua beruntung mempunyai Lombok…2 Hari kurang untuk Lombok, suatu hari nanti deh..sapa yang mo ikut ??
wew… ngiri.
Laut biru ama pasir putih, di Bali ada ga yah..
btw laut birunya bukan hasil photoshop kan???
*jd curiga
i’m in bay mauuu
sial awa tak diajak :nohope:
anggun, hadir!! mau ikut juga… wiii asik sekali kayanya!
wah.. sayang waktunya tidak tepat Bay, kalo ga udah maksa ikut gw
asik banget kelihatannya. Btw, kok tumben “foto yang bareng bule itu” ga ikut dipost? di touch dikit bisa tampak jauh lebih muda kali Bay.. he..he..
yes foto gw di pajang, terang aja bulenya ga mo di tolong lah wong lo ga pake baju bawa2 ransel gede pula dah gitu tampang ga bule ya di sangka pemerkosa anak di bawah umur kali hyahkayhaky