”THE road may end. But not our spirit of adventure, brotherhood, and peace…”
SEBAIT kalimat singkat itu keluar dari mulut seorang penggila sepeda motor, Jeffrey ”JJ” Polnaja. Pria asli Bandung berusia 44 tahun itu tampaknya tak peduli dengan ”ujung jalan” di ujung dunia mana pun. Ia hanya bertekad untuk melakukan petualangan sekaligus menyuarakan persaudaraan dan perdamaian.
Mulai hari Minggu (23/4) pukul 12.00 WIB, JJ akan memulai perjalanan keliling dunia. Perjalanan melintasi 45 negara di Benua Asia, Afrika, dan Eropa, rencananya akan ditempuh dalam 750 hari. Pentolan Bikers Brotherhood Bandung ini akan bertolak dari Auto Mall SCBD Senayan Jakarta dan akan dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga, Adhyaksa Dault dan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris.
Jangan salah, rencana perjalanan ketiga benua itu hanyalah etape pertama. Sedangkan etape kedua akan ditempuh JJ pada 2009 mendatang dengan rute keliling benua Amerika dan Australia, sebelum kembali ke Indonesia.
Perjalanan keliling dunia etape pertama ini akan ditempuh JJ dengan menggunakan sepeda motor BMW R 1150 GS Adventure berkapasitas 1.150 cc. Tunggangan JJ itu merupakan sepeda motor limited edition yang dipesan langsung dari Jerman dan dirancang khusus untuk melakukan perjalanan jauh.
“Saat ini, sepeda motor BMW R 1150 GS Adventure yang akan dipakai keliling dunia tengah dipamerkan di Auto Mall Jakarta. Setelah acara pelepasan, motor itu akan dipakai ke Singapura dan saya akan memulai perjalanan,” ucap JJ saat ditemui di salah satu kafe di Dago Bandung, Rabu (19/4).
Genderang perdamaian dari Indonesia adalah misi yang akan dibawa JJ. Karenanya, projek keliling dunia yang telah dirintis sejak empat tahun lalu itu dinamakan ”Ride for Peace” atau Berkendara untuk Perdamaian.
“Indonesia dibantu negara-negara lain pada saat musibah tsunami di Aceh. Kini, saatnya saya mengucapkan terima kasih kepada mereka melalui cara tersendiri,” kata suami dari Milly Ermilia ini.
Misi perdamaian yang disampaikan melalui persaudaraan bikers, menurut dia, akan lebih diterima warga setempat karena bersifat independen tanpa kepentingan apa pun, apalagi dilakukan dengan niat baik.
Negara yang akan dikunjungi pada etape pertama kali ini di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar, Cina, Nepal, India, Bangladesh, Pakistan, Iran, Oman, Yaman, dan Arab Saudi. Perjalanan JJ akan diteruskan ke Afrika melintasi Mesir, Libia, Tunisia, Aljazair, dan Maroko. Perjalanan di Eropa melintasi Spanyol, Portugal, Prancis, hingga Belanda.
Rencananya, selain mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan kepada Indonesia, JJ akan membuat acara semacam Indonesian Day di setiap negara yang dikunjunginya nanti. Intinya, ia akan mempromosikan Indonesia di dunia sekaligus menjalin persahabatan dengan bikers di seluruh dunia.
Perjalanan JJ akan dilakukan sendirian (solo ride) dan akan menempuh jalur sekira 400-500 km setiap harinya. Sebagai test drive tunggangan barunya ini, JJ telah melakukan perjalanan Bandung-Bromo pulang pergi sendirian, beberapa waktu lalu.
JJ adalah salah seorang anggota senior Bikers Brotherhood, anggota dewan penasihat BMW Motorcycle Club Indonesia, dan anggota kehormatan HOG (Harley Owners Group). Sebutan JJ untuk Jeffrey Polnaja sebenarnya singkatan dari “Jurig Jalanan”, julukan dari rekan-rekannya. Ayah dua putra ini pernah pula menjadi captain of Marlboro Adventure Team (MAT) Indonesia di Utah, AS, pada 1996 lalu.
Demi terlaksananya rencana ”tak biasa” ini, JJ total meninggalkan semua kegiatannya selama empat tahun terakhir dan berkonsentrasi di tim “Ride for Peace” beranggotakan sekira 30 orang dan diketuai Fahmi Idris. Untuk meningkatkan ketahanan fisik, JJ juga dibimbing oleh seorang pelatih fisik.
Sepeda motornya akan dilengkapi berbagai peralatan selama perjalanan nanti. Sepeda motor tersebut dilengkapi peralatan tidur, memasak, makanan, alat-alat montir, hingga alat kerja, termasuk GPS dan alat dokumentasi. Berat total sepeda motor dengan berbagai peralatan itu mencapai 400 kg.
“Banyak hal besar di dunia yang dibuat oleh orang yang tetap mencoba walaupun tidak ada harapan,” demikian prinsip JJ.
Ia berharap, aksinya ini akan menjadi contoh bagi para ”orang pintar” di Indonesia untuk berbuat lebih banyak bagi keharuman nama Indonesia di mata dunia.
Sumber : Pikiran Rakyat 20-4-2006 (Jadul).
coba liat websitenya http://rideforpeace.info
Duh Kabita Euy, Saya kapan yah ??


Mengelilingi Bali aja pake motor….
dengan misi…
nyari Aime
Beberapa hari yang lalu ia berada di Polandia. Di Warsawa disambut Dubes Hazairin Pohan